Launching Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia, 2017 - News - BPS-Statistics Indonesia Sumbawa Barat Regency

BPS Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, mari beri penilaian terhadap pelayanan kami saat ini dengan ikut survei di sini

Hubungi WhatsApp PST BPS KSB di nomor (0821 4440 6055) jika Anda ingin tahu semua hal tentang BPS KSB atau pelayanan yang ada di BPS KSB || Pembangunan Wilayah Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) BPS Kabupaten Sumbawa Barat

Launching Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia, 2017

Launching Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Indonesia, 2017

July 13, 2018 | BPS Activities


Pemuda adalah aset bangsa. Mengetahui potensi Pemuda berarti menyiapkan generasi penerus bangsa yg berkualitas. Kepala BPS, Bapak Kecuk Suhariyanto, berkesempatan menjadi keynote speaker menyampaikan 'Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia 2017' yang untuk pertama kalinya disusun oleh Indonesia.  Ketersediaan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP)/Youth Development Index (YDI)  menjadi informasi berharga untuk memonitor dan mengevaluasi capaian pembangunan kepemudaan di suatu negara. Untuk itu, pada Tahun 2016, Bappenas, Kemenpora, dan UNFPA dengan support dari konsultan (Gemma Wood-Australia & Prof Helmi – Univ. Andalas) telah melakukan kajian untuk penyusunan YDI di Indonesia, dan merekomendasikan 5 (lima) domain dan 27 indikator untuk penyusunan YDI di Indonesia. BPS, memiliki peran penting dalam penyusunan IPP paling tidak meliputi 3 hal, yaitu: menyediakan data untuk penghitungan IPP, membantu dalam proses pemilihan indikator yang digunakan dalam IPP, dan membantu dalam exercise penghitungan IPP. Data yang digunakan dalam penyusunan IPP berasal dari data Susenas dan Sakernas, tanpa harus menyelenggarakan survei baru sehingga kegiatan menjadi lebih efektif dan efisien. 

 

Dari skala 0-100, IPP Indonesia tahun 2016 tercatat sebesar 50,17; naik dari tahun sebelumnya (47,33). Angka tersebut menunjukkan masih banyak PR diberbagai domain kepemudaan, yaitu : pendidikan,kesehatan dan kesejahteraan,gender,kesempatan kerja dan kepemimpinan. Provinsi DI Yogyakarta,menjadi provinsi dengan IPP tertinggi yaitu sebesar 64,67; dan Kalimantan Tengah berada di posisi terbawah (45,83). Angka IPP per provinsi menarik untuk diulas, mengingat ada beberapa provinsi yang mengalami perubahan angka indeks maupun peringkat yang signifikan. Maluku misalnya, pada tahun 2015 berada pada posisi 23 dengan IPP 46,00; dan pada tahun 2016 naik ke posisi ke-5 dengan IPP sebesar 54,33. DI Yogyakarta, selama 2 tahun berturut-turut berada di posisi teratas IPP Provinsi di Indonesia. Selain melihat angka dan domain per provinsi, angka IPP juga bisa dibandingkan dengan IPM untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif.

 

Menu Paparan ada di portal Community BPS. Terima kasih dan Salam PIA!


Sumber : Community BPS

Badan Pusat Statistik

BPS-Statistics Indonesia

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa Barat (Statistics of Sumbawa Barat Regency) Jl. Pendidikan Nomor. 269

Kelurahan Telaga Bertong

Taliwang

Sumbawa Barat Kode Pos: 84455 Telp/Faks (0372) 81812/81813

E-Mail : bps5207@bps.go.id

logo_footer

Manual

ToU

Links

Copyright © 2023 BPS-Statistics Indonesia